Berita Terbaru :
Friday, January 4, 2013

Resume BAB 1

 

Anggota Kelompok:

1. Febriana Wulandari (09141083)

2. Hadi Sulistyono (09141090)

3. Inggriani Andewi Prayogi (09141108)

4. Ita Setyaningrum (09141112)

5. Iyon Purnabakti (09141114)

6. Kusnul Pujianto (09141120)

7. Lailiyah Makfiyatul Ma’lufah (09141121)

 

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PTK

A. Pengertian Penelitian Tindaka Kelas

Penelitan Tindakan Kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri (dilakukan dalam pembelajaran biasa bukan kelas khusus) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Guru berperan sebagai pengajar dan pengumpul data.

Dari namanya saja sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya. Oleh karena ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut, maka ada tiga pengertian pula yang dapat diterangkan, yaitu:

1. Penelitian; kegiatan mencermati objek, menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan; sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

3. Kelas; adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.

 
B.       Perbandingan PTK dan Penelitian Kelas Non PTK
Perbandingan PTK dengan penelitian kelas dan penelitian formal (selain penelitian kelas) adalah sebagai berikut:
 
·           Perbedaan karakteristik PTK dengan penelitian kelas non-PTK
No.
Aspek
Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian Kelas Non-PTK
1.
Peneliti
Guru
Orang luar
2.
Rencana Penelitian
Oleh guru (mungkin dibantu orang luar)
Oleh peneliti
3.
Munculnya masalah
Dirasakan oleh guru (mungkin dengan dorongan orang luar)
Dirasaka oleh orang luar
4.
Ciri utama
Ada tindakan untuk perbaikan berulang
Belum tentu ada tindakan perbaikan
5.
Peran guru
Sebagai guru dan peneliti
Sebagai guru (objek penelitian)
6.
Tempat penelitian
Kelas
kelas
7.
Proses pengumpulan data
Oleh guru sendiri atau bnatuan orang lain
Oleh peneliti
8.
Hasil penelitian
Langsung dimanfaatkan oleh guru dan dirasakan oleh kelas
Menjadi milik peneliti, belum tentu dimanfaatkan oleh guru
 
·           Perbedaan karakteristik PTK dengan penelitian formal
No.
Dimensi
PTK
Penelitian Formal
1.
Motivasi
Tindakan
Kebenaran
2.
Sumber masalah
Diagnosis status
Induktif-deduktif
3.
Tujuan
Memperbaiki praktik, sekarang dan disini
Verifikasi dan menemukan pengetahuan yang dapat di generalisasi
4.
Peneliti yang terlibat
Pelaku dari dalam (guru)
Orang luar yang berminat
5.
Sampel
Kasus khusus
Sampel yang representatif
6.
Metodologi
Longgar tetapi berusaha objektif-jujur-tidak memihak
Baku dan objektivitas dan ketidak berpihakan yang terintergrasi
7.
Penafsiran hasil penelitian
Untuk memahami praktik melalui refleksi dan praktisi yang membangun
Mendeskripsikan, mengabstraksi dan penyimpulan dan pembentukan teori oleh ilmuwan
8.
Hasil akhir
Siswa belajar lebih baik (proses dan produk)
Pengetahuan, prosedur atau materi yang teruji
 
C.      Manfaat PTK bagi Guru, Siswa dan Sekolah
1.      Bagi Guru
a.       Untuk memperbaiki pembelajaran
b.      Pengembangan kemampuan profesional
c.       Menumbuhkan rasa percaya diri
d.      Mewujudkan kerja sama, kolaborasi, dan atau sinergi antar guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran
e.       Meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas.
f.       Mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, menyenangkan, nyaman bagi siswa
g.      Theorizing by practitioners
 
2.      Bagi Siswa
a.       Diperoleh manfaat meningkatnya hasil belajar
b.      Siswa juga akan menjadikan gurunya sebagai model
c.       Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti pembelajaran
 
3.      Bagi Sekolah
Untuk perkembangan kualitas secara institusional
 
D.      Prinsip-Prinsip PTK
·           Menurut Hopkins (1993) :
1.        Pekerjaan utama guru adalah mengajar, apapun metode PTK yang diterapkan tidak mengganggu komitmen sebagai pengajar
2.        Metode pengumpulan data tidak menuntut waktu yang berlebihn dari guru
3.        Metodologi yang digunakan harus reliabel
4.        Masalah yang diteliti merupakan masalah yang cukup merisaukan dan bertolak dari tanggung jawab profesional
5.        Dalam menyelenggarakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten
6.        Dalam pelaksanaan PTK sejauh mungkin harus digunakan “classroom exceeding perspective”
 
·           Menurut Sa’adun Akbar:
1.        Prinsip “Continuous Improvement
2.        Meneliti merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran
3.        Masalah PTK merupakan masalah riil yang merisaukan tanggung jawab profesional
4.        Motivasi melaksanakan PTK merupakan motivasi intrinsik
5.        Prosedur longgar dengan metodologi yang benar
6.        Classroom perspective
 
E.       Karakteristik Utama PTK
1.         Inisiatif muncul secara spontan
2.         Berpangkal pada permasalahan praktis yang dialami guru dalam pembelajaran
3.         Dilakukan melalui siklus reflektif dan bentuk partisipasi
4.         Dilakukan secara  “kolaboratif-konsisten”
5.         Bersifat longitudinal
6.         Bersifat partikular-spesifik
7.         Bersifat partisipatoris
8.         Bersifat emik (bukan etik)
9.         Bersifat kasuistik
10.     Menggunakan konteks alamiah kelas
11.     Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian
12.     Bermaksud mengubah kenyataan dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik
 
F.       Sasaran atau Objek PTK
1.      Unsur Siswa, dapat dicermati objeknya ketika siswa yang bersangkutan sedang asyik mengikuti proses pembelajaran. Permasalahan yang dapat diangkat antara lain: perilaku, kedisiplinan, semangat siswa, dll.
2.      Unsur Guru, dapat dicermati ketika yang bersangkutan sedang mengajar di kelas, sedang membimbing siswa-siswa yang sedang berdarmawisata, atau ketika guru sedang mengadakan kunjungan kerumah siswa.
3.      Unsur Materi Pelajaran, dapat dicermati ketika guru sedang mengajar atau sebagai bahan yang ditugaskan kepada siswa. Permasalahan yang dapat diangkat antara lain: urutan materi ketika disajikan kepada siswa, meliputi pengorganisasiannya, cara penyajiannya, atau pengaturannya.
4.      Unsur Peralatan atau Sarana Pendidikan, dapat dicermati ketika guru sedang mengajar. Dengan tujuan meningkatkan mutu hasil belajar, yang diamati dapat guru, siswa, atau keduanya.
5.      Unsur Hasil Pembelajaran, ditinjau dari tiga ranah yang dijadikan titik tujuan yang harus dicapai melalui pembelajaran, baik susunan maupun tingkat pencapaian. Hasil belajar adalah produk yang ditingkatkan, pasti terkait dengan tindakan unsur lain yaitu proses pembelajaran, peralatan/sarana pendidikan, guru, atau siswa sendiri
6.      Unsur Lingkungan, meliputi lingkungan siswa di kelas, sekolah, maupun yang melingkupi siswa di rumahnya. Bentuk perlakuan atau tindakan yang dilakukan adalah mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif.
7.      Unsur Pengelolaan, merupakan gerak kegiatan sehingga mudah diatur dan direkayasa dalam bentuk tindakan.
 
 
 
 
Jika sahabat UPHiL n RAGHieL yang ingin mendonwload posting saya ini klik Disini Semoga bermanfaat, maju terus pendidikan Indonesia.
 

Comments
0 Comments

Post a Comment