Berita Terbaru :

TENTANG KAMI

..Selamat Datang di Blog Milik si Uphil Unyue-unyue..

INGGRIANI ANDEWI PRAYOGI, S.Pd
Salam buat temen-temen Alumni SDN 1 BAGI, Alumni SMPN 1 BALEREJO, Alumni SMAN 1 NGLAMES dan temen-temen Alumni IKIP PGRI MADIUN

GHIBRATZ, S. Teler
Salam buat temen-temen Alumni SDN 2 SIDOMULYO, Alumni SMPN 1 WONOASRI, Alumni SMAN 1 MEJAYAN dan temen-temen Alumni UNMER MADIUN

Mengatasi Kesulitan Belajar Berhitung Pada Anak

MENGATASI KESULITAN BELAJAR BERHITUNG PADA ANAK MELALUI PENDEKATAN TEMAN SEBAYA

clip_image002

Disusun oleh : 

Inge Febriliana            09141107

Inggriani Andewi P.   09141108

Irfan Fajar Handika    09141109

Ismi Munawaqiroh      09141110

Isna Rahmawati          09141111

Ita Setyaningrum        09141112

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI MADIUN

2011

 

DAFTAR ISI

Halaman Judul  ..................................................................................................….i

Daftar Isi  ...........................................................................................................…ii

A.    Judul Program   ..........................................................................................1

B.     Latar Belakang ......................................................................................…1

C.     Perumusan Masalah ...............................................................................…3 

D.    Tujuan Program  ...................................................................................….3

E.     Luaran yang diharapkan........................................................................…..3

F.      Kegunaan Program....................................................................................3

G.    Gagasan.....................................................................................................3

H.    Solusi yang Pernah Ditawarkan..............................................................… 4

I.       Seberapa Jauh Kondisi Kekinian............................................................… 4

J.       Pihak-pihak yang Dipertimbangkan........................................................….7

K.    Langkah-langkah Strategis Teknik Implementasi...................................….. 8

L.     Kesimpulan...............................................................................................  8

M.   Lampiran................................................................................................... 11

Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik ketika membeli sesuatu, membayar rekening listrik, dan lain sebagainya. Akan tetapi tidak cukup sedikit anak yang mnegalami kesuklitan berhitungatau biaa disebut dengan istilah dyscalculia. Pada awalnya solusi yang diberikn untuk mengatasi anak yang sulit berhitung adalah dengan menggunakan kalkulator. Namun dampak yang divtimbulkan pada anak adalah anak cenderung tidak mau berfikir untuk berhitung. Untuk itu diperlukan adanya alternative solusi lain untuk mengatasi anak dyscalculia.

Karya tulis ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan cara mengatasi anak dyscalculia dengan menggunakan pendekatan teman sebaya dan beberapa cara yang ditawarkan pada orang tua.

Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Dalam melaksanakan program ini langkah-langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

a. Membentuk suatu team untuk menjalankan solusi yang telah ditawarkan. Menjalin kerja sama antar guru dan siswa dalam pemilihan tutor.

b. Melakukan sosialisasi kepada orang tua dan guru mengenai cara membimbing anak dyscalculia.

Dengan tutoring diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan berhitung pada anak.

A. JUDUL PROGRAM

MENGATASI KESULITAN BELAJAR BERHITUNG PADA ANAK MELALUI PENDEKATAN TEMAN SEBAYA.

B. LATAR BELAKANG

Sebagai seorang guru yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harus menangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulit sekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung. Hal ini terkadang membuat guru menjadi frustasi memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak seperti ini. Demikian juga para orang tua yang memiliki anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar. Harapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai, mendapatkan nilai yang baik di sekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat kenyataan bahwa anak-anak mereka kesulitan dalam belajar.

Akan tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang diterima anak yang mengalami kesulitan belajar dari orang tua dan guru yang tidak mengetahui masalah yang sebenarnya, sehingga mereka memberikan cap kepada anak mereka sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupun gagal.

Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Keuntungannya ialah, mereka mencoba menemukan metode-metode yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan belajar tersebut tetap dapat belajar dan mencapai apa yang diharapkan guru dan orang tua.

Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik ketika membeli sesuatu, membayar rekening listrik, dan lain sebagainya. Tidak diragukan lagi bahwa berhitung merupakan pekerjaan yang kompleks yang di dalamnya melibatkan membaca, menulis, dan keterampilan bahasa lainnya, kemampuan untuk membedakan ukuran-ukuran dan kuantitas relatif dan obyektif, kemampuan untuk mengenali urutan, pola, dan kelompok, ingatan jangka pendek untuk meningat elemen-elemen dari sebuah soal matematika saat mengerjakan persamaan, kemampuan membedakan ide-ide abstrak, seperti angka-angka negatif, atau system angka yang tidk menggunkan basis sepuluh.

Meskipun banyak masalah yang mungkin turut mempengaruhi kemampuan untuk memahami, dan mencapai keberhaislan dalam pelajaran matematika. Istilah ‘dyscalculia’, biasanya mengacu pada pada suatu problem khusus dalam menghitung, atau melakukan operasi aritmatika, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Gejala-gejala yang perlu diketahui antara lain:

    1. Penderita tidak mengerti dan memahami angka-angka, tidak mengetahui fungsi penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian
    2. Tidak bisa membaca nomor berurutan, misalnya angka 57 akan dibaca 75.
    3. Tidak memahami angka yang lebih besar atau lebih kecil, misalnya 12 dan 16.
    4. Bingung dengan angka yang mirip , misalnya 6 dan 9.
    5. Tidak dapat membaca table.
    6. Tidak dapat menentukan kanan atau kiri.
    7. Tidak dapat menentukan arah mata angin walaupun sudah diberi kompas.
    8. Mengalami kesulitan dalam membaca jam terutama jam digital.

C. PERUMUSAN MASALAH

Bagaimana cara mengatasi kesulitan belajar berhitung pada anak?

D. TUJUAN PROGRAM

Program ini bertujuan untuk memberikan solusi atau cara terhadap guru maupun orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar berhitung pada anak.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah guru dan orang tua tidak lagi menemukan kesulitan dalam medidik anak untuk belajar berhitung dan anak juga tidak lagi mengalami kesulitan belajar berhitung.

F. KEGUNAAN PROGRAM

Kegunaan program ini adalah untuk meningkatkan salah satu keterampilan dasar peserta didik yaitu dalam hal kemampuan berhitung. Selain pada siswa program ini juga berguna untuk guru yaitu guru tidak lagi menemui anak yang kesulitan berhitung dan guru juga lebih mudah dalam menyampaikan materi yang berhubungan dengan hitung menghitung.

G. GAGASAN

Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan

Seorang anak bersama Jesica (sepuluh tahun, duduk di kelas V) didapati mengalami masalah dengan mata pelajaran matematika. Nilai matematika yang Jessica dapat selalu rendah, walaupun pada mata pelajaran lain, nilainya baik. Lalu seorang guru memanggilnya, dan memberinya lembar kertas dan pensil dan memintanya menyelesaikan soal berikut: Jones seorang petani memiliki 25 pohon apel dan tiap pohon menghasilkan 50 kilogram apel pertahun, berapa kilogram apel yang dihasilkan Jones tiap tahun?. Ia berusaha keras menemukan jawabannya tetapi tetap tidak bisa. Ketika guru bertanya bagaimana cara menyelesaikan, ia menjawab, ia harus mengalikan 25 dengan 50, akan tetapi ia tidak dapat menghitungnya. Kemudian guru memberinya kalkulator, dan kemudian ia dapat menghitungnya. Inilah gambaran seorang anak yang mengalami problem “dyscalculia”.

H. SOLUSI YANG PERNAH DITAWARKAN ATAU DITERAPKAN SEBELUMNYA UNTUK MEMPERBAIKI KEADAAN PENCETUS GAGASAN

Solusi yang pernah ditawarkan sebelumnya yaitu jalan pintas, sebagaimana Jessica diberikan kalkulator untuk menghitung, maka anak dengan problem dyscalculia ini juga dapat diberikan calculator untuk menghitung. Hal ini sederhana karena anak dengan problem dyscalculia tidak memiliki masalah dengan kaitan antara angka, akan tetapi lebih kepada menghitung angka-angka tersebut.

I. SEBERAPA JAUH KONDISI KEKINIAN PENCETUS GAGASAN DAPAT DIPERBAIKI MELALUI GAGASAN YANG DIAJUKAN

Apabila dilihat dari dampak yang akan ditimbulkan akibat anak bergantung dengan alat hitung kalkulator maka harus ada alternative solusi lainnya. solusi tersebut dapat diberikan melalui guru dan orang tua.

    1. Solusi yang diberikan oleh guru.

Kita dapat menawarkan beberapa bentuk penganganan matematika yang intensif dapat kita lakukan dengan teknik “individualisasi yang dibantu tim”. Pendekatan ini menggunakan pengajaran secara privat dengan teman sebaya (peer tutoring). Pendekatan ini mendasari tekniknya pada pemahaman bahwa kecepatan belajar seorang anak berbeda-beda, sehingga ada anak yang cepat menangkap, dan ada juga yang lama. Teknik ini mendorong anak yang cepat menangkap materi pelajaran agar mengajarkannya pada temannya yang lain yang mengalami problem dyscalculia tersebut.

Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Hamalik (1990:73) menyatakan tutorial adalah bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian bimbingan, bantuan, petunjuk, arahan, dan motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Subyek atau tenaga yang memberikan bimbingan dalam kegiatan tutorial dikenal sebagai tutor. Tutor dapat berasal dari guru atau pengajar, pelatih, pejabat struktural, atau bahkan siswa yang dipilih dan ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di kelas. Siswa yang dipilih guru adalah teman sekelas dan memiliki kemampuan lebih cepat memahami materi yang diajarkan, selain itu memiliki kemampuan menjelaskan ulang materi yang diajarkan pada teman-temannya. Karena siswa yang dipilih menjadi tutor ini seumur (sebaya) dengan teman-temannya yang akan diberikan bantuan, maka tutor tersebut sering dikenal dengan sebutan tutor sebaya.

Pengertian di atas sejalan dengan yang dikemukakan oleh Arikunto (1986:77) bahwa tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas. Untuk menentukan seorang tutor ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang siswa yaitu siswa yang dipilih nilai prestasi belajar matematikanya lebih besar atau sama degan delapan, dapat memberikan bimbingan dan penjelasan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan memiliki kesabaran serta kemampuan memotivasi siswa dalam belajar.

Sejalan dengan uraian di atas, Arikunto (1986:62) mengemukakan bahwa dalam memilih tutor perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Tutor dapat diterima (disetujui) oleh siswa yang mendapat program perbaikan sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya.

b. Tutor dapat menerangkan bahan perbaikan yang dibutuhkan oleh siswa yang menerima program perbaikan.

c. Tutor tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan.

d. Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya.

Siswa yang ditunjuk sebagai tutor akan ditugaskan membantu siswa yang akan mendapat program perbaikan, sehingga setiap tutor harus diberikan petunjuk yang sejelas-jelasnya tentang apa yang harus dilakukan. Petunjuk ini memang mutlak diperlukan bagi setiap tutor karena hanya gurulah yang mengetahui kelemahan siswa, sedangkan tutor hanya membantu melaksanakan perbaikan, bukan mendiagnosa.

Pendekatan tutor sebaya adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana yang melakukan kegiatan pembelajaran adalah siswa itu sendiri. Siswa yang memiliki kemampuan lebih cepat menyerap materi pelajaran akan membantu siswa yang kurang cepat menyerap materi pelajaran. Karena memiliki usia yang hampir sebaya, adakalanya seorang siswa lebih mudah menerima keterangan yang diberikan oleh kawannya yang lain karena tidak adanya rasa enggan atau malu untuk bertanya.

Pendekatan tutor sebaya ini cocok untuk mengajarkan matematika, terutama dalam menyelesaikan soal-soal cerita operasi bilangan pecahan. Apabila pendekatan ini digunakan oleh guru dengan baik dengan memberikan bimbingan terlebih dahulu kepada siswa yang akan menjadi tutor, maka pendekatan tutor sebaya ini dapat membantu siswa dalam memahami materi operasi bilangan pecahan, sehingga kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal cerita operasi bilangan pecahan dapat ditingkatkan.

    1. Solusi yang ditawarkan pada orang tua

1. Mencoba menvisualisasikan konsep matematis yang sulit dimengerti dengan menggunakan gambar, grafik ataupun kata-kata untuk membantu pemahaman anak.

c. Hubungkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari., Misalnya mengitung piring ketika selesai makan, dll.

d. Buat pelajaran matematika menjadi suatu pelajaran yang menarik.

e. Menyuarakan konsep matematika yang sulit dimengerti dan meminta anak sia nak untuk mendengarkan secara cermat.

f. Menuangkan konsep matematika ataupun angka-angka secara tertulis diatas kertas agar anak mudah melihatnya dan tidak sekedar abstrak.

g. Seringlah mendorong anak melatih ingatan secara kreatif, misalnya dengan menyanyikan angka-angka.

h. Pujilah setiap keberhasilan anak, karena pujian merupakan reward agar anak bertambah semangat

  1. PIHAK-PIHAK YANG DIPERTIMBANGKAN DAPAT MEMBANTU MENGIMPLEMENTASIKAN GAGASAN DAN URAIAN PERAN ATAU KONTRIBUSI MASINGMASINGNYA

Teman sebaya sebagai alternative solusi untuk mengatasi anak dyscalculia adalah dengan cara belajar dengan teman sebayanya. pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Untuk mewujudkan hal tersebut

adapun beberapa pihak yang dapat membantu mengimplementasikan program ini yaitu:

· Guru

· Siswa

· Orang tua

Program ini akan terlaksana apabila dilaksanakan oleh guru yang professional dalam meilih siswa yang dijadikan sebagai tutor.

  1. LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS TEKNIK IMPLEMENTASI YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN GAGASAN SEHINGGA TUJUAN ATAU PERBAIKAN YANG DIHARAPKAN DAPAT TERCAPAI

Dalam melaksanakan program ini langkah-langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

a. Membentuk suatu team untuk menjalankan solusi yang telah ditawarkan. Menjalin kerja sama antar guru dan siswa dalam pemilihan tutor.

b. Melakukan sosialisasi kepada orang tua dan guru mengenai cara membimbing anak dyscalculia.

c. Membentuk team belajar dengan salah satu siswa menjadi tutornya.

d. Memberikan soal-soal latihan kepada anak dyscalculia dari soal yang paling mudah hingga soal yang paling sulit untuk melatih keterampilan berhitung anak.

L. KESIMPULAN

Gagasan yang diajukan

Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan, walaupun mungkin saja kemampuan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lainnya. pada tingkat pendidikan dasar berbagai kemampuan tersebut masih memiliki relasi yang kuat, membaca, menulis, serta berhitung. Masalah yang mungkin ada pada pada salah satu kemampuan tersebut dapat menggangu kemampuan yang lain.

Dengan demikian apa yang kita sering lakukan baik sebagai seorang orang tua, ataupun seorang guru dengan mengatakan seorang anak yang mendapatkan nilai yang rendah merupakan anak yang bodoh dan gagal perlu menjadi perhatian kita. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa mungkin saja anak hanya mengalami gangguan pada salah satu kemampuan tadi, dan ia tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut.

Untuk itu, yang terpenting bagi kita adalah dapat menelaah dengan baik perkembangan anak kita. Diagnosis terhadap permasalahan sesungguhnya yang dialami anak mutlak harus dilakukan. Dengan demikian kita akan mengetahui kesulitan belajar apa yang dialami anak, sehingga kita dapat menentukan alternatif pilihan bantuan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut.

Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Pendekatan ini mendasari tekniknya pada pemahaman bahwa kecepatan belajar seorang anak berbeda-beda, sehingga ada anak yang cepat menangkap, dan ada juga yang lama. Teknik ini mendorong anak yang cepat menangkap materi pelajaran agar mengajarkannya pada temannya yang lain yang mengalami problem dyscalculia tersebut.

Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan

Dalam melaksanakan program ini langkah-langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut:

a. Membentuk suatu team untuk menjalankan solusi yang telah ditawarkan. Menjalin kerja sama antar guru dan siswa dalam pemilihan tutor.

b. Melakukan sosialisasi kepada orang tua dan guru mengenai cara membimbing anak dyscalculia.

c. Membentuk team belajar dengan salah satu siswa menjadi tutornya.

d. Memberikan soal-soal latihan kepada anak dyscalculia dari soal yang paling mudah hingga soal yang paling sulit untuk melatih keterampilan berhitung anak.

Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh (Manfaat dan Dampak Gagasan)

Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau peserta didik agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Focus terutamanya adalah membuat siswa dapat belajar secra bebas dengan teman sebayanya tanpa rasa takut dan malu. Adapun prediksi yang akan diperoleh yaitu pertama, siswa dapat belajar optimal apabila tutor yang dipilih guru benar-benar pandai dan dapat menyampaikan materi seperti yang diharapkan.

Kedua akan mengurangi kesulitan siswa dalam belajar berhitung. Karena siswa merasa nyaman belajar dengan temannya maka siswa akan termotivasi untuk bisa berhitung seperti teman-temannya. Ketiga, melalui program ini juga akan menghilangkan kebiasaan siswa menggunakan kalkulator dan siswa akan terbiasa menggunakan pikirannya untuk berhitung.

 

Contoh Usulan Program Kreativitas Mahasiswa

clip_image002

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Perpustakaan Keliling Sarana Meningkatkan Minat Baca Siswa

Sekolah Dasar

 

Bidang Kegiatan

PKM-GT

 

Diusulkan Oleh :

Inggriani Andewi P (09141108)

Kusnul Pujianto (09141120)

Lailiyah Makfiyatul M (09141123)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI MADIUN

2012

 

HALAMAN PENGESAHAN

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1.      Judul Karya Tulis                          : Perpustakaan Keliling Sarana Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar

2.      Bidang Kegiatan                           : PKM-GT

3.      Ketua Pelaksana Kegiatan

a.   Nama Lengkap                    : Kusnul Pujianto

b.  NIM                                                : 09141120

c.   Jurusan                                : S-1 PGSD

d.  Universitas                          : IKIP PGRI Madiun

e.   Alamat Rumah                    : Jl.Ki Ageng Selo Gg Arum Dalu

f.   No. Tlpn / HP                      : 085735895xxx

g.  Alamat e-mail                      : kusnul022@gmail.com

4.      Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis       : 2 orang

Anggota pertama

a.       Nama Lengkap                   : Inggriani Andewi P

b.      NIM                                    : 09141108

c.       Jurusan                               : S-1 PGSD

d.      Universitas                         : IKIP PGRI Madiun

e.       Alamat Rumah                   : Ds.Bagi RT 11/RW 02

f.       No. Tlpn / HP                     : 085736500xxx

g.      Alamat e-mail                     : dhewi.cute@yahoo.com

Anggota kedua

a.    Nama Lengkap                   : Lailiyah Makfiyatul M

b.    NIM                                   : 09141123

c.    Jurusan                                : S-1 PGSD

d.   Universitas                          : IKIP PGRI Madiun

e.    Alamat Rumah                   : Ds.Sogo RT 32/RW 07

f.     No. Tlpn / HP                     : 0857360760xxx

g.    Alamat e-mail                     : ten2_iyud@yahoo.co.id

5.      Dosen Pendamping

a.        Nama lengkap                      : Edi Riyanto,S.Pd

b.      NIK                                      : 110410

c.       Alamat Rumah                     : Ds. Gulun RT 24 RW 04 Kec. Maospati        

  Kab. Magetan

d.      No Telepon / HP                   : 08983512xxx

 

 

Madiun, 26 Oktober 2012

 

 

Menyetujui,                                                              

Ketua Program Studi                                           Ketua Pelaksana Kegiatan

                                                                                         

Drs.Ibadullah Malawi, M.Pd                               Kusnul Pujianto

NIK . 110070                                                       NIM . 09141120

 

Pembantu Rektor                                                 Dosen Pendamping

Bidang Kemahasiswaan 

dan Humas

 

 

Drs. Muhamad Hanif, M.M                                 Edi Riyanto,S.Pd

NIP. 132049199                                                  NIK. 110410

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan terselesaikannya karya tulis yang berjudul “Perpustakaan Keliling Sarana Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar”, kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya karya tulis ini baik langsung maupun tidak langsung yang tidak mungkin kami tulis semua. Terima kasih kepada beberapa pihak yang telah memberi bimbingan, dorongan serta motivasi kepada kami. Oleh karenanya kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Drs.Ibadullah Malawi M.Pd, selaku Kaprodi PGSD IKIP PGRI Madiun.

2. Kedua orang tua kami yang telah memberikan segala jerih payahnya kepada kami, sehingga kami bisa kuliah di IKIP PGRI Madiun.

3. Bapak/Ibu Dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Madiun, yang telah membimbing serta memberi banyak motifasi kepada kami.

4. Teman-teman di IKIP PGRI Madiun yang telah banyak membantu kami.

Akhirnya, “tak ada gading yang tak retak. Kami menyadari tulisan ini masih butuh banyak sentuhan-sentuhan untuk dapat disempurnakan. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.

Madiun, 26 Oktober 2012

Hormat kami

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. ii

KATA PENGANTAR .......................................................................................... …iii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv

RINGKASAN ......................................................................................................... v

PENDAHULUAN

Latar Belakang ..................................................................................................... …1

Tujuan dan Manfaat Penulisan ............................................................................. … 1

GAGASAN

Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan ................................................................... …2

Solusi yang Pernah Diterapkan ............................................................................... 3

Alternatif Program Perpustakaan Keliling ........................................................... …3

Langkah-Langkah Strategis yang Harus Dilakukan ............................................. …4

Pihak-Pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan Ini ...................... …5

KESIMPULAN

Gagasan yang Diajukan .......................................................................................... 6

Teknik Implementasi ............................................................................................... 6

Manfaat dan Dampak Gagasan ............................................................................... 7

Prediksi Keberhasilan Gagasan ............................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 8

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ................................................................................ 9

 


PERPUSTAKAAN KELILING SARANA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR

Kusnul Pujianto, Inggriani Andewi P, Lailiyah M.M

 

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI MADIUN

 

RINGKASAN

Membaca merupakan suatu hal pokok yang harus diterapkan dalam proses belajar. Apabila siswa gemar membaca sudah dapat dipastikan siswa tersebut kaya akan ilmu pengetahuan. Dengan membaca, kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini. Fasilitas yang disediakan sebagai sarana membaca siswa antara lain buku, perpustakaan, mading dll. Namun pada kenyataannyan semua fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan siswa dengan baik. Lebih-lebih untuk pendidikan sekolah yang ada di pedesaan yang belum banyak menyediakan ruang khusus untuk media membaca melalui internet.

Dengan pengadaan perpustakaan keliling yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, dengan metode selang seling siswa ikut terlibat secara langsung dalam pengelolaan perputakaan sekolah maka akan membuat seorang anak akan secara langsung pula menjumpai buku dan membuatnya ingin membaca. Dengan anak gemar membaca maka akan tercipta generasi yang kritis, yang dapat menyongsong masa depan yang lebih baik.

Pendahuluan

Latar Belakang

Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak sekali bermunculan barang-barang elektronik yang dapat menyajikan hiburan bagi masyarakat. Adanya televisi, handphone, komputer dan barang-barang elektronik lainnya menjadi hiburan yang menarik bagi masyarakat, tidak terkecuali anak-anak. Anak-anak lebih suka menonton televisi daripada membaca buku mereka. Jangankan membaca buku, melihatnya saja enggan.

Untuk mengisi waktu luangnya mereka senang dengan menonton televisi, bermain atau menghabiskan waktu dengan dunia maya. Apalagi sekarang facebook telah menjamur dan meracuni pikiran mereka. Setiap anak mempunyai handphone yang tidak digunakan untuk hal positif justru merusak dunia pendidikan.

Membaca adalah suatu hal yang dianggap menyebalkan bagi anak. Sekolahpun jika tidak ada pekerjaan rumah yang harus mereka kerjakan membuat anak malas untuk belajar bahkan malas untuk sekedar membaca. Jika hal ini terus dibiarkan maka tujuan dari pendidikan nasional Indonesia tidak akan tercapai. Membaca merupakan hal yang paling diperlukan jika seseorang ingin mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini.

Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah itu, pemerintah membangun perpustakaan yang menyediakan banyak buku yang dapat dibaca oleh siswa. Namun hal tersebut tidak membantu banyak bahkan peran perpustakaan cenderung mati. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan alternatif solusi yang dapat mengatasi masalah minat baca ini secara efektif dan efisien.

Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan karya tulis ini adalah:

1. Untuk mengetahui perlunya diadakan perpustakaan keliling di sekolah dasar.

2. Untuk mengetahui penerapan perpustakaan keliling di sekolah dasar.

Manfaat dari penulisan ini adalah memberikan pemahaman kepada pihak sekolah terhadap pentingnya pengadaan perpustakaan keliling dalam meningkatkan minat baca siswa Sekolah Dasar.

GAGASAN

Kondisi Terkini Minat Baca Siswa Sekolah Dasar

Membaca merupakan suatu hal pokok yang harus diterapkan dalam proses belajar. Apabila siswa gemar membaca sudah dapat dipastikan siswa tersebut kaya akan ilmu pengetahuan. Dengan membaca, kita dapat mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini. Namun pada kenyataannya minat baca siswa saat ini masih tergolong sangat rendah. Hal itu dikarenakan asumsi bahwa membaca buku merupakan hal yang membosankan. Saat ini anak-anak cenderung lebih menyukai menonton televisi dan bermain game untuk mengisi waktu luang.

Minat baca masyarakat Indonesia saat ini sangat rendah. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan H.R Agung Laksono prosentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01%. Artinya dari 10.000 orang Indonesia hanya 1 orang saja yang gemar membaca. Selain itu pemerintah juga berupaya mengembangkan perpustakaan keliling dan koran desa. “Harus membuat perpustakaan yang mudah diakses dan membuat masyarakat tertarik dengan perpustakaan,” ungkapnya. Diharap dengan upaya itu minat baca masyarakat bisa terdorong naik. Sementara itu Sekertaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Soesilo mengatakan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih jauh ketinggalan dibanding negara lain seperti Jepang yang mencapai 45 persen. “Sedangkan Singapura 55 persen,” katanya. Berdasarkan (http://www.tempo.co/read/news/2012/01/12/079377034/Hanya-1-dari-10-Ribu-Warga-Indonesia-Suka-Membaca).

Solusi yang Pernah Diterapkan

Permasalahan mengenai minat baca siswa ini sebenarnya sudah bukan barang baru yang ditemui pemerintah dalam permasalahan pendidikan di negara kita. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Contohnya saja pengadaan perpustakaan di sekolah-sekolah kemudian adanya majalah dinding. Namun pada kenyataannya solusi tersebut tidak efektif. Bahkan sekarang ini siswa sekolah dasar jarang sekali ada yang pergi ke perpustakaan untuk membaca buku.

Minat siswa yang rendah untuk membaca buku dapat disebabkan karena faktor perpustakaan yang tidak nyaman, kurangnya buku bacaan yang disediakan, dan tidak dikelola dengan baik. Sehingga itu membuat siswa malas untuk pergi ke perpustakaan sekedar membaca buku. Ada pula yang pemaanfaatan perpustakaan tidak tepat. Perpustakaan hanya dimanfaatkan jika ada pertemuan KKG oleh pihak sekolahan. Sedangkan sehari-harinya perpustakaan hanya ditutup.

Selain perpustakaan juga terdapat majalah dinding atau yang biasa disingkat dengan Mading. Mading seharusnya jika dimanfaatkan dengan baik akan menjadi ajang kreativitas bagi para siswanya. Namun sekarang ini siswa malas menuangkan segala kreativitasnya pada Mading sekolah. Bahkan mereka hanya sekedar melihat-lihat saja jika memang ada sesuatu yang menarik baginya, jika tidak mereka tidak peduli akan adanya Mading.

Alternatif Program Perpustakaan Keliling

Banyaknya permasalahan yang menyangkut minat baca siswa ini jika tidak ditanggulangi dengan serius maka akan berdampak buruk bagi pendidikan di indonesia. Untuk itu diperlukan alternatif solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah dengan diadakannya perpustakaan keliling.

Dalam perpustakaan keliling ini siswa tidak harus mengunjungi buku tetapi buku yang berkunjung ke siswa. Pengelolaannya adalah dari siswa itu sendiri. Pihak sekolah membuat jadwal piket bergilir setiap istirahat untuk membagi-bagi kan buku bacaan kepada siswa lain. Setiap minggu diwajibkan setiap siswa harus membaca buku. Untuk mengetahui apakah siswa membaca atau tidak disediakan papan untuk menempel ringkasan bacaan yang dibaca setiap siswa sekaligus sebagai papan absen bahwa siswa benar-benar membaca. Mungkin hal ini agak memaksa siswa tetapi untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa pertama-tama kita harus menarik minat siswa tersebut untuk gemar membaca.

Untuk pengadaan buku-buku yang dibaca siswa kita bisa mendapatkannya dari koleksi perpustakaan yang sudah ada. Selain itu pihak sekolah juga harus peduli mencarikan buku-buku bacaan yang terbaru dan menarik untuk dibaca siswa. jika dalam pelaksanaannya tidak saling membantu maka hasilnya pun kurang maksimal. Jadi antar siswa dan guru ataupun pihak sekolah yang lain harus ikut membantu dalam pelaksanaan perpustakaan keliling ini. pengadaan buku perpustakaan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. karena di sekolah dasar terbagi menjadi siswa kelas tinggi dan siswa kelas rendah.

Langkah-Langkah Strategis yang Harus Dilakukan

Adanya perpustakaan keliling untuk siswa di sekolah dasar perlu ditindaklanjuti lebih serius. Ada beberapa alasan mengapa perpustakaan keliling cocok untuk mereka yang malas pergi ke perpustakaan:

1. Siswa tidak harus pergi ke perpustakaan dan berdesak-desakan hanya untuk meminjam buku.

2. Siswa dapat membaca buku secara fleksibel.

3. Dapat melatih diri siswa untuk bertanggung jawab ketika menjadi petugas perpustakaan keliling.

4. Memberikan ketrampilan pada siswa untuk membaca dan meringkas cerita.

Penerapan perpustakaan keliling ini adalah dengan menggunakan metode selang seling. Pihak sekolah harus membuat jadwal piket untuk pelaksanaan perpustakaan keliling ini. jadwal tersebut dibagi menjadi dua, yaitu petugas yang mencatat buku keluar dan buku kembali. Sedangkan untuk pembaca dapat diacak atau selang seling. Misalnya untuk hari Senin yang membaca adalah siswa kelas 4 sedangkan yang menjadi petugas piket perpustakaan keliling adalah kelas 6.

Untuk peminjaman buku siswa diberi tenggang peminjaman selama 3 hari. Selanjutnya siswa yang telah membaca buku wajib menyetorkan hasil ringkasan yang telah dibaca pada papan yang telah disediakan. Siswa wajib mengembalikan buku kepada petugas saat waktu peminjaman habis. Jika siswa telat dalam pengembalian buku, siswa dikenai sanksi yaitu harus membaca buku dalam satu hari dan wajib meringkas buku yang telah dibaca.

Pihak-Pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan Ini

Dalam upaya untuk merealisasikan peningkatan minat baca siswa melalui perpustakaan keliling ini, maka diperlukan pihak-pihak yang dapat membantu dalam mengimplementasikan gagasan ini, antara lain:

1. Dinas Pendidikan

Dinas pendidikan sebagai pihak yang mensosialisasikan adanya program perpustakaan keliling dan juga sebagai pengawas pelaksanaan program tersebut.

2. Kepala Sekolah

Kepala Sekolah sebagai pemimpin dalam pelaksanaan program perpustakaan keliling.

3. Guru

Guru sebagai pembina dan pengontrol program perpustakaan keliling.

4. Siswa

Siswa sebagai pelaksana program kegiatan perpustakaan keliling.

Dengan adanya pihak-pihak di atas diharapkan dapat membantu pelaksanaan program perpistakaan keliling di Sekolah Dasar. Dengan demikian pengembangan pendidikan karakter dapat ditanamkan kepada peserta didik sebagaimana mestinya.

KESIMPULAN

Gagasan yang Diajukan

Program perpustakaan keliling merupakan suatu program yang dirancang untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa sekolah dasar yang rendah. Hal itu dikarenakan asumsi bahwa membaca buku merupakan hal yang membosankan. Saat ini anak-anak cenderung lebih menyukai menonton televisi dan bermain game untuk mengisi waktu luang.

Minat siswa yang rendah untuk membaca buku dapat disebabkan karena faktor perpustakaan yang tidak nyaman, kurangnya buku bacaan yang disediakan, dan tidak dikelola dengan baik. Sehingga itu membuat siswa malas untuk pergi ke perpustakaan sekedar membaca buku. Ada pula yang pemaanfaatan perpustakaan tidak tepat.

Dalam perpustakaan keliling ini siswa tidak harus mengunjungi buku tetapi buku yang berkunjung ke siswa. Pengelolaannya adalah dari siswa itu sendiri. Pihak sekolah membuat jadwal piket bergilir setiap istirahat untuk membagi-bagi kan buku bacaan kepada siswa lain. Setiap minggu diwajibkan setiap siswa harus membaca buku. Untuk mengetahui apakah siswa membaca atau tidak disediakan papan untuk menempel ringkasan bacaan yang dibaca setiap siswa sekaligus sebagai papan absen bahwa siswa benar-benar membaca. Mungkin hal ini agak memaksa siswa tetapi untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan siswa pertama-tama kita harus menarik minat siswa tersebut untuk gemar membaca.

Teknik Implementasi

Teknik implementasi yang digunakan untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah:

1. Tahap Sosialisasi, ditempuh dengan sosialisasi dari Dinas Pendidikan kepada Kepada Sekolah dan guru-guru.

2. Tahap Perencanaan, ditempuh dengan cara menyiapkan buku-buku, sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengadaan perpustakaan keliling ini, serta rencana pelaksanaan program tersebut, misalnya jadwal piket.

3. Tahap Pelaksanaan, ditempuh dengan melaksanakan program perpustakaan keliling sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Manfaat dan Dampak Gagasan

Manfaat nyata dari program perpestakaan keliling ini tentunya tidak hanya dapat dirasakan oleh siswa sendiri tetapi juga akan berdampak pada sekolah. Dengan siswa yang gemar membaca maka wawasan siswa tersebut akan bertambah dan dapat meningkatkan kualitas dari sekolah yang bersangkutan. Manfaat dari gagasan ini selain dirasakan oleh siswa juga akan dirasakan oleh lingkungan sekitar, mulai dari keluarga hingga masyarakat. Melalui program perpustakaan keliling, kualitas pendidikan akan meningkat karena dapat mencetak generasi yang gemar membaca, cerdas, kreatif dan juga kritis dalam menghadapi isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.

Prediksi Keberhasilan Gagasan

Prediksi keberhasilan gagasan ini adalah pertama, apabila banyak Sekolah Dasar yang tertarik untuk mengadakan program perpustakaan keliling sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa Sekolah Dasar maka dapat dikatakan bahwa program ini berhasil. Kedua, mencetak siswa yang cerdas, kritis dan kreatif.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/12/079377034/Hanya-1-dari-10-Ribu-Warga-Indonesia-Suka-Membaca diakses pada 26 Oktober 2012

 

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Daftar Riwayat Hidup Ketua

a. Nama lengkap : Kusnul Pujianto

b. NIM : 09141120

c. Fakultas/ Prodi : Ilmu Pendidikan/ S-1 Pendidikan Guru SD

d. Tempat, tanggal lahir : Trenggalek, 10 Oktober 1991

e. Alamat asal : RT. 27 / RW. 09 Karangrejo, Trenggalek

f. No. HP : 085735895xxx

g. Alamat email : kusnul022@gmail.com

h. Nama ayah : Kasidi

i. Nama ibu : Katmi

j. Alamat orangtua : RT. 27 / RW. 09 Karangrejo, Trenggalek

k. Riwayat pendidikan

NO.

Tahun

Lembaga

1.

1997-2003

SDN KARANGREJO 4

2.

2003-2006

SMPN 2 KAMPAK

3.

2006-2009

SMAN 1 TRENGGALEK

4.

2009-sekarang

S-1 PGSD, IKIP PGRI MADIUN

l. pengalaman organisasi

NO.

Tahun

Organisasi

1.

2004-2005

Bendahara OSIS SMP N 2 Kampak

2.

2007-2008

Anggota OSIS SMA N 1 Trenggalek

Tanda Tangan

Kusnul Pujianto

2. Daftar Riwayat Anggota

a. Nama lengkap : Inggriani Andewi Prayogi

b. NIM : 09141108

c. Fakultas/ Prodi : Ilmu Pendidikan/ S-1 Pendidikan Guru SD

d. Tempat, tanggal lahir : Madiun, 8 Maret 1991

e. Alamat asal : Ds. Bagi RT. 11 RW. 02 Kec.

Madiun Kab. Madiun

f. No. HP : 085736500xxx

g. Alamat email : dhewi.cute@yahoo.co.id

h. Nama ayah : Sugeng Prayogi

i. Nama ibu : Rusmini

j. Alamat orangtua : Ds. Bagi RT. 11 RW. 02 Kec.

Madiun Kab. Madiun

k. Riwayat pendidikan

NO.

Tahun

Lembaga

1.

1997-2003

SDN BAGI 01

2.

2003-2006

SMPN 1 BALEREJO

3.

2006-2009

SMAN 1 NGLAMES

4.

2009-sekarang

S-1 PGSD, IKIP PGRI MADIUN

Tanda Tangan

Inggriani Andewi P

3. Daftar Riwayat Anggota

a. Nama lengkap : Lailiyah Makfiyatul M

b. NIM : 09141123

c. Fakultas/ Prodi : Ilmu Pendidikan/ S-1 Pendidikan Guru SD

d. Tempat, tanggal lahir : Madiun, 14 Juli 1991

e. Alamat asal : RT. 32 / RW. 07 Cabe, Madiun

f. No. HP : 085736076xxx

g. Alamat email : ten2iyud@yahoo.co.id

h. Nama ayah : Iskandar

i. Nama ibu : Mursidah

j. Alamat orangtua : RT. 32 / RW. 07 Cabe, Madiun

k. Riwayat pendidikan

NO.

Tahun

Lembaga

1.

1997-2003

SDN SOGO 2

2.

2003-2006

SMPN 1 BALEREJO

3.

2006-2009

SMAN 1 MADIUN

4.

2009-sekarang

S-1 PGSD, IKIP PGRI MADIUN

l. Pengalaman organisasi

NO.

Tahun

Organisasi

1.

2004-2005

Anggota PRAMUKA SMPN 1 BALEREJO

2.

2007-2008

Anggota SKI SMAN 1 MADIUN

3.

2010-2011

Anggota INKAI IKIP PGRI MADIUN

Tanda Tangan

Lailiyah M.M

 

 

Yuuuhh panjang banget Posting ku kali ini,,,clip_image004 buat yang baca moga gak bosen. Masih seputar Program Kreativitas Mahasiswa baca jg PKM Bidang Kewirausahaan  Buat temen-temen yang ingin donwload posting Saya ini bisa klik Disini

Jangan lupa Coment nya yaa…??