Berita Terbaru :

WARNING...!! This Content for 18+

>>> BLOG SEDANG DI EDIT MAAF JIKA PENGUNJUNG TERGANGGU <<< www.uphilunyue.blogspot.com blog milik si Uphil Unyue-unyue | Silahkan KLIK jika ada yang ingin Anda KLIK | Silahkan BACA jika itu BERMANFAAT | Silahkan TUTUP jika blog ini tidak BERGUNA | Silahkan KOMENTAR jika Anda BERSEDIA | yang pasti TERIMA KASIH telah berkunjung di blog ini.

TENTANG KAMI

..Selamat Datang di Blog Milik si Uphil Unyue-unyue..

INGGRIANI ANDEWI PRAYOGI, S.Pd
Salam buat temen-temen Alumni SDN 1 BAGI, Alumni SMPN 1 BALEREJO, Alumni SMAN 1 NGLAMES dan temen-temen Alumni IKIP PGRI MADIUN

GHIBRATZ, S. Teler
Salam buat temen-temen Alumni SDN 2 SIDOMULYO, Alumni SMPN 1 WONOASRI, Alumni SMAN 1 MEJAYAN dan temen-temen Alumni UNMER MADIUN
Wednesday, January 23, 2013

Tema dalam Pembelajaran Seni Tari

TEMA DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI

 

OLEH:

INGGRIANI ANDEWI P (09141108)

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

IKIP PGRI MADIUN

2011

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring berkembangnya zaman Ilmu Pengetahuan dan Teknologi seni mulai nampak dekat dalam kehidupan kita. Karena seni merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Seperti halnya seni tari semakin mudah diakses maupun dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari seni tari tradisonal hingga seni tari modern.

Akan tetapi saat ini anak-anak lebih tertarik menirukan gerakan tari orang dewasa. Karena anak-anak itu mudah sekali mencontoh apa yang mereka lihat. Dalam siaran-siaran televisi banyak disajikan tarian orang dewasa, sungguh ironis memang kalau melihat anak-anak tidak diberi ruang maupun media untuk mengembangkan bakatnya.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memfasilitasi bakat anak-anak dan dalam rangka melestarikan budaya, salah satunya melalui pendidikan. Yaitu di sekolah-sekolah mulai diajarkan seni tari untuk anak. Selain diberikan pelajaran wajib juga diberi kegiatan ekstrakulikuler tari. Dalam memproduksi seni tari tentunya seorang guru harus memahami apa saja yang perlu diperhatikan. Sering kita jumpai banyak tarian, tetapi rata-rata guru dan siswa tidak memahami tema dari tarian yang mereka tarikan. Oleh karena itu kami mengangkat judul “ Tema Sebuah Tari ”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian tema tari?

2. Apa saja jenis-jenis tema dalam tari?

C. Tujuan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan masalah ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan pengertian tari

2. Untuk mendeskripsikan jenis-jenis tema dalam tari

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Tema

Tema adalah pokok pikiran, gagasan atau ide dasar. Dalam garapan tari, apa saja yang bisa dijadikan tema, dari kejadian sehari-hari, pengalaman hidup, binatang, cerita rakyat, cerita kepahlawanan, legenda, upacara adat dan lain-lain. Namun demikian, hendaknya sesuatu yang lazim bagi manusia, karena tujuan dari tari antara lain adalah menciptakan komunikasi antara karya seni dengan masyarakat penikmatnya.

Karena tema merupakan gagasan atau ide dasar dari suatu garapan tari, maka setiap tarian pasti bertema. Tema merupakan penggambaran keseluruhan cerita dari sebuah tari. Tema sebuah tari yang mampu bertahan lama adalah yang mengandung kebenaran-kebenaran abadi yang lazim bagi semua orang. Dengan demikian sumber tema dari sebuah tarian sangat ditentukan oleh kekayaan pengamalan jiwa penciptanya.

B. Macam-macam Tema dalam Tari

1. Tema Binatang

Tema binatang mengandung arti bahwa setiap gerakan yang dihasilkan merupakan bentuk peniruan dari suatu binatang. Peniruan itu meliputi pencerminan bentuk fisik, perilaku, cara makan, dan sebagainya. Biasanya binatang yang digambarkan berkaitan dengan keberadaan binatang tersebut dalam alam sekitar atau bisa juga dengan pengaguman seorang penari dengan keindahan suatu binatang. Tari dengan tema binatang biasanya ditarikan secara berkelompok tetapi tidak menutup kemungkinan untuk ditarikan secara berpasangan ataupun tunggal. Misalnya tari merak. Pada tari terebut diceritakan bahwa merak merupakan binatang yang anggun dan mempunyai keindahan bulu yang luar biasa.

Tari Merak

Gambar 1. Tari Merak

2. Tema Kepahlawanan

Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung unsur cerita heroik atau kepahlawanan. Pada tema ini sering diungkapkan atau diceritakan tentang perjuangan dan kegagahan suatu tokoh tertentu. Di dalam tema ini juga diceritakan kronologis suatu tragedi yang menuntut suatu tokoh atau sekelompok untuk memperjuangkan sesuatu yang ditujunya. Tujuan dari tari dengan tema pahlawan ini adalah agar penontonnya dapat termotivasi dan terdorong untuk bersemangat dalam menjalani hidup. Di Indonesia tema ini muncul ketika bangsa Indonesia memperjuangkan kemerdekaannya dan berjuang menghadapi penjajah.

Contohnya adalah:

· Tari Kuda Kepang

· Tari Seudati

· Tari Menak Jinggo Ranggalawe

· Tari Anoman Rahwana

· Tari Ranggalawe Gugur

Tari Kuda Kepang/Kuda LumpingTari Seudati

Gambar 2. Tari Kuda Kepang                                          Gambar 3. Tari Seudati

3. Tema Kehidupan Sehari-Hari

Tema kehidupan sehari-hari menggambarkan aktivitas manusia sehari-hari. Segala aktivitas hidup dapat dijadikan sebagai tema. Tema dalam hal ini berupa pokok pikiran yang berkaitan juga dengan budaya maupun mata pencaharian dari masyarakat setempat. Contoh dari tema ini adalah tari panen. Pada tarian tersebut diceritakan aktivitas panen yang dilakukan oleh petani, mulai dari cara memetik padi sampai pada mengolah padi yang dihasilkan. Begitu pula dengan tari petik cengkeh. Pada umumnya tari bertema ini sering dijadikan sebagai media pendidikan untuk siswa sekolah dasar untuk mempelajari secara mendalam aktivitas suatu golongan masyarakat tertentu.

clip_image007

Gambar 4. Tari Panen

4. Tema Upacara

Upacara merupakan sebuah tema dari suatu tari. Hal ini dikarenakan upacara merupakan pokok pikiran dan yang ingin diceritakan dalam sebuah tarian. Tari yang bertema upacara adalah tari upacara. Tari upacara adalah tarian yang digunakan untuk keperluan upacara. Pada daerah tertentu di Indonesia, tarian jenis ini berhubungan erat dengan masyarakat yang masih memfungsikan tarian untuk keperluan upacara. Ciri utama tari upacara antara lain hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat, memelihara atau berlatar belakang agama Hindu, sarana memuja dewa (keagamaan) serta kegiatan atau prosesi tradisi yang menjadi symbol masyarakat. Maka tarian jenis ini berkembang subur dan diwariskan.

Contohnya adalah:

· Tari Ndi dari Irian Jaya

· Tari Abhisekharama

· Tari Bedoyo Ketawang

· Tari Bedoyo 5

· Tari Bedoyo 9

· Tari Bedoyo Semang

· Tari Sang Hyang

Tari Sang Hyang

Gambar 5. Tari Sang Hyang

5. Tema Pergaulan

Tema ini menggambarkan pergaulan antara muda dan mudi. Tari yang bertema pergaulan ini adalah tari pergaulan. Tari ini biasanya dilakukan pada saat bulan purnama sebagai pergaulan muda mudi atau kaum remaja yang merupakan tari sosial yang memiliki latar belakang cerita. Tari ini merupakan wujud suka cita warga desa dalam bersih desa atau acara lainnya yang berhubungan dengan berlangsungnya pertemuan antara kaum muda dan mudi.

Ciri-cirinya antara lain:

a. Gerak tari ini dilakukan secara bebas, yang mengikuti adalah muda dan mudi atau warga masyarakat secara umum.

b. Tarian ini sering dilaksanakan pada saat bulan purnama baik untuk kalangan anak-anak, remaja putra putri atau dewasa maupun orang tua.

c. Dapat dilakukan di arena yang luas atau tanah lapang.

d. Pelaksanaan pertunjukan tarian ini biasanya digelar sebagai puncak dari kegiatan yang dilakukan pada siang harinya.

e. Tarian ini pada dasarnya digunakan sebagai sarana untuk komunikasi atau pergaulan antara laki-laki atau perempuan, remaja dan orang tua atau kegiatan yang berhubungan dengan hajat orang banyak di suatu desa.

6. Tema Erotik

Tema erotik adalah tari yang mengandung unsur cerita atau percintaan. Pada tema ini digambarkan dua tokoh yang sedang memadu asmara. Biasanya tari dengan tema ini ditampilkan pada acara-acara pernikahan. Biasanya juga tari ini ditunjukkan dengan kemesraan yang ditarikan oleh para penari.

Contohnya adalah:

· Tari Gatot Kaca Gandrung

· Tari Karonsih

· Tari Oleg Tambulilingan

· Tari Serampang Dua Belas

7. Tema Cerita Rakyat

Tema cerita rakyat biasanya menceritakan suatu cerita dari daerah tertentu yang menjadi salah satu ciri khas daerah tersebut. Contohnya adalah tari reog ponorogo.

Tari Reog Ponorogo

Gambar 6. Tari Reog Ponorogo

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Tema untuk anak SD kelas rendah

Anak-anak SD kelas rendah umumnya mudah terkesan dengan pengalaman menyenangkan yang pernah dilihat atau dialaminya. Secara spontan anak menirukan gerak sesuai dengan apa yang pernah dilihatnya tersebut. Dengan mengetahui dan memahami lingkungan keseharian anak, guru dapat mencoba menyusun sebuah tema berdasarkan apa yang pernah dilihat dan diamati anak. Salah satu tema yang disenangi oleh anak-anak kelas rendah adalah tingkah laku binatang seperti : kupu-kupu, kuda, ayam, bebek, burung dan katak.

Tema untuk anak SD kelas tinggi

Anak usia SD kelas tinggi pada umumnya mulai memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sosial atau cerita tentang lingkungan sosialnya. Hal-hal seperti itulah yang dapat dicoba untuk dijadikan sebagai tema lagu.

DAFTAR PUSTAKA

Pekerti, Widia, Dra, M.Pd, dkk. 2002. Pendidikan Seni Musik-Tari/Drama. Jakarta: Universitas Terbuka

http:/love-bandaaceh.blogspot.com/2011/04/pembelajaran-sebuah-konsep-karya-dalam.html, diakses pada tanggal 24 Nopember 2011

http:/www.sundanet.com/?p=156, diakses pada tanggal 24 Nopember 2011

http:/rheeanto.multiply.com/journal/item/2, diakses pada tanggal 24 Nopember 2011

Semoga yang saya sampaikan ini bisa menabah wawasan kita begitu banyak nya budaya Bangsa kita ini, Sungguh di sanyangkan jika budaya kita ini hilang punah begitu saja karena tergeser oleh Budaya Modern. Mari lah bersama-sama melestarikan budaya bangsa untuk warisan generasi yang akan datang. Maju terus Indonesia Ku..!!

Comments
0 Comments

Post a Comment