Berita Terbaru :
| Monday, February 25, 2013

Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat

Assalamuallaikum sobat UPHil n RAGHiel.. ketemu untuk yang kedua kalinya, setelah kemaren saya postingkan Pendekatan STM (Sains, Teknologi, dan Masyarakat) dalam Pembelajaran dan untuk hari ini saya posting kelanjutannya Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat untuk Anda yang belum sempat baca posting saya yang pertama baca dulu yaa..?? Pendekatan STM (Sains, Teknologi, dan Masyarakat) dalam Pembelajaran. menyingkat waktu langsung TKP saja….

Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat

Pendekatan Sains, Teknologi dan masyarakat (STM) adalah pengindonesiaan dari Science-Technology-Society (STS) yang pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1980-an, dan selanjutnya berkembang di Inggris dan Australia. National Science Teacher Association atau NSTA, mendefinisikan pendekatan ini sebagai belajar/mengajar sains dan teknologi dalam konteks pengalaman manusia. Dengan volume informasi dalam masyarakat yang terus meningkat dan kebutuhan bagi penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan hubungannya dengan kehidupan masyarakat dapat menjadi lebih mendalam, maka pendekatan STM dapat sangat membantu bagi anak. Oleh karena, pendekatan ini mencakup interdisipliner konten dan benar-benar melibatkan anak sehingga dapat meningkatkan kemampuan anak. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan MasyarakatPendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat (STM) dalam pandangan ilmu-ilmu sosial dan humaniora, pada dasarnya memberikan pemahaman tentang kaitan antara sains teknologi dan masyarakat, melatih kepekaan penilaian peserta didik terhadap dampak lingkungan sebagai akibat perkembangan sains dan teknologi (Poedjiadi, 2005). Menurut Raja (2009), keputusan yang dibuat oleh masyarakat biasanya memerlukan penggunaan teknologi untuk melaksanakannya. Bahkan, masyarakat dan ilmu pengetahuan menggunakan teknologi sebagai sarana untuk menyimpan informasi. Peranan penting yang dimiliki oleh teknologi dapat berfungsi sebagai sarana tindakan dan penyidikan dalam pendekatan STM. Data juga menyiratkan sifat ilmu pengetahuan sebagai sebuah bidang di semua masyarakat.

Sains merupakan suatu tubuh pengetahuan (body of knowledge) dan proses penemuan pengetahuan. Teknologi merupakan suatu perangkat keras ataupun perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah bagi pemenuhan kebutuhan manusia.  Sedangkan masyarakat adalah sekelompok manusia yang memiliki wilayah, kebutuhan, dan norma-norma sosial tertentu. Sains, teknologi dan masyarakat satu sama lain saling berinteraksi (Widyatiningtyas, 2009). Menurut Widyatiningtyas (2009), pendekatan STM dapat menghubungkan kehidupan dunia nyata anak sebagai anggota masyarakat dengan kelas sebagai ruang belajar sains. Proses pendekatan ini dapat memberikan pengalaman belajar bagi anak dalam mengidentifikasi potensi masalah, mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah, mempertimbangkan solusi alternatif, dan mempertimbangkan konsekuensi berdasarkan keputusan tertentu.

Pendidikan sains pada hakekatnya merupakan upaya pemahaman, penyadaran, dan pengembangan nilai positif tentang hakekat sains melalui pembelajaran. Sains pada hakekatnya merupakan ilmu dan pengetahuan tentang fenomena alam yang meliputi produk dan proses. Pendidikan sains merupakan salah satu aspek pendidikan yang menggunakan sains sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum dan tujuan pendidikan sains secara khusus, yaitu untuk meningkatkan pengertian terhadap dunia alamiah (Amien, 1992 dalam Widyatiningtyas, 2009).

Untuk penyusunan materi pendidikan sains, hendaknya merupakan akumulasi dari konten, proses, dan konteks. Konten, menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan fakta, definisi, konsep, prinsip, teori, model, dan terminologi. Proses, berkaitan dengan metodologi atau keterampilan untuk memperoleh dan menemukan konten. Konteks, berkaitan dengan kepentingan sosial baik individu maupun masyarakat atau kepentingan-kepentingan lainnya yang berhubungan dengan perlunya pengembangan dan penyesuaian pendidikan sains untuk menghadapi tantangan kemajuan zaman. Benneth et. al. (2005) melaporkan, bahwa pendekatan STM merupakan pendekatan berbasis konteks yang memiliki peranan yang sangat penting dalam memotivasi anak dan mengembangkan keaksaraan ilmiah mereka berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap anak laki-laki dan perempuan yang berkemampuan rendah. Dengan demikian, tujuan pendekatan STM adalah untuk membentuk individu yang memiliki literasi sains dan teknologi serta memiliki kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungannya (Pudjiadi, 2005).

Menurut Rusmansyah (2003) dalam Aisyah (2007), pendekatan STM dilandasi oleh tiga hal penting yaitu:

  1. Adanya keterkaitan yang erat antara sains, teknologi dan masyarakat.

  2. Proses belajar-mengajar menganut pandangan konstruktivisme, yang pada pokoknya menggambarkan bahwa anak membentuk atau membangun pengetahuannya melalui interaksinya dengan lingkungan.

  3. Dalam pengajarannya terkandung lima ranah, yang terdiri atas ranah pengetahuan, ranah sikap, ranah proses sains, ranah kreativitas, dan ranah hubungan dan aplikasi.

Program pembelajaran dengan pendekatan STM pada umumnya mempunyai karakteristik, sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah-masalah setempat.

  2. Penggunaan sumber daya setempat yang digunakan dalam memecahkan masalah.

  3. Keikutsertaan yang aktif dari siswa dalam mencari informasi untuk memecahkan masalah.

  4. Perpanjangan pembelajaran di luar kelas dan sekolah.

  5. Fokus kepada dampak sains dan teknologi terhadap siswa.

  6. Isi dari pembelajaran bukan hanya konsep-konsep saja yang harus dikuasai siswa dalam kelas.

  7. Penekanan pada keterampilan proses di mana siswa dapat menggunakan dalam memecahkan masalah.

  8. Penekanan pada kesadaran karir yang berkaitan dengan sains dan teknologi.

  9. Kesempatan bagi siswa untuk berperan sebagai warga negara identifikasi bagaimana sains dan teknologi berdampak di masa depan.

  10. Kebebasan atau otonomi dalam proses belajar.

Selanjutnya bisa dibaca Disini

Referensi :
1. Pendekatan STM (Sains, Teknologi, dan Masyarakat) dalam Pembelajaran
2. Implementasi pendekatan (STM) dalam Pembelajaran Biologi
3. Hubungan antara STM (Sains, Teknologi dan Masyarakat) dalam Pengajaran Sains
4. Problematika Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat dalam Pembelajaran

 

 Tag : Implementasi pendekatan (STM) Sains, Teknologi dan Masyarakat dalam Pembelajaran Biologi, Pendekatan STM (Sains, Teknologi, dan Masyarakat) dalam Pembelajaran, Hakekat Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat, Problematika Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat dalam Pembelajaran

Comments
1 Comments

1 Comment:

kingkong October 29, 2013 at 2:37 AM

thank's gan infonya !!!

usaha tanpa modal

Post a Comment