Berita Terbaru :
| Tuesday, March 5, 2013

Kualitas Air dan Pencemaran Air

Artikel Terkait : Kualitas Air dan Pencemaran Air

Ketemu lagi Sob.. Kualitas Air dan Pencemaran Air ini posting saya yang kedua dari tema kita Makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya. untuk sobat yang menemukan posting ini di Google dan belum sempat membaca posting saya yang pertama ada baiknya jika sobat mulai membaca dari awal Makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya.
Ok langsung saja ke TKP yuuk...

Prinsip kebijakan pengelolaan air secara terpadu sebagai berikut :
  1. Berupa pengembangan, perlindungan, pernanfaatan dan pengendalian.
  2. Berlandaskan azas kelestarian, kemanfaatan, keadilan, kemandirian dan akuntabilitas.
  3. Direncanakan dan dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, berkelanjutan, berwawasan lingkungan dengan wilayah sungai sebagai kesatuan pengelolaan.
  4. Lingkup pengelolaan:
  • Pengelolaan daerah tangkapan hujan (Watershed Management).
  • Pengelolaan kuantitas air (Water Quantity Management).
  • Pengelolaan kualitas air (Water Quality Management).
  • Pengendalian banjir (Flood Management).
  • Pengelolaan lingkungan sungai (River Environment Management).
  • Pengelolaan sarana dan prasarana pengairan (Infrastructure Management).

Agar pengelolaan Sumber Daya Air dapat berjalan dengan efektif maka diperlukan paling tidak 3 elemen dasar dari pengelolaan terpadu sumber daya air (Sutardi, 2002:5), ketiga elemen itu mencakup:

  1. Lingkungan yang menunjang; dalam bentuk kebijakan nasional, peraturan perundang-undangan dan informasi pengelolaan oleh stakeholder.
  2. Peran institusi dan fungsi institusi; diperlukan kerangka dan fungsi institusi yang mampu berperan dengan efektif pada berbagai tingkatan pemerintahan.
  3. Instrumen-instrumen manajemen, dalam bentuk diantaranya instrumen operasional agar peraturan dapat diterapkan efektif, sistem monitoring dan evaluasi serta upaya penegakkan hukum yang konsisten.
Salah satu contoh cara pengelolaan Sumber Daya Air adalah pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:
  1. Melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi.
  2. Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar.
  3. Menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan.
  4. Mempergunakan sumber daya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi.
Pada prinsipnya pengelolaan Sumber Daya Air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.

2. Kualitas dan Pencemaran Air
Kuantitas dan kualitas air yang dipakai pada setiap harinya sangat memegang peranan penting dalam rangka menunjang atau meningkatkan derajat kesehatan manusia. Per hari, kebutuhan minimal konsumsi air, yang masuk kedalam tubuh kira kira 3%  kali berat badan, ini setara dengan cairan yang dikeluarkan oleh badan itu sendiri, misalnya buang air kecil, BAB, keringat dan atau sistem pembuangan lainnya.
Disamping jumlah, tentu kualitas air sangat urgent untuk diperhatikan. Air yang layak diminum adalah air yang “bersih” dan “sehat“, yang bilamana dikonsumsi tidak akan menimbulkan penyakit, baik secara langsung maupun baru memunculkan efek dikemudian hari. 

Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning, air buangan dari pabrik, selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
  4. Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  5. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5. Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa).
  6. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  7. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+)dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+)dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatan pada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 – 0,5 ppm, ion kalsium : 75 – 200 ppm dan ion magnesium : 30 – 150 ppm.
  8. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari Indiastudychannel, adalah:
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.
  • Pencemaran air oleh sampah.
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
Kelanjutan Makalah ini bisa dibaca Disini
Referensi :
1. Praktikum Untuk Membuktikan Sifat-sifat Air
2. Model Pembelajaran GI dalam Pembelajaran IPA
3. Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya



Comments
0 Comments

Post a Comment