Berita Terbaru :

TENTANG KAMI

..Selamat Datang di Blog Milik si Uphil Unyue-unyue..

INGGRIANI ANDEWI PRAYOGI, S.Pd
Salam buat temen-temen Alumni SDN 1 BAGI, Alumni SMPN 1 BALEREJO, Alumni SMAN 1 NGLAMES dan temen-temen Alumni IKIP PGRI MADIUN

GHIBRATZ, S. Teler
Salam buat temen-temen Alumni SDN 2 SIDOMULYO, Alumni SMPN 1 WONOASRI, Alumni SMAN 1 MEJAYAN dan temen-temen Alumni UNMER MADIUN

Penanggulangan Pencemaran Air

Penanggulangan Pencemaran Air ini posting saya yang terakhir dari tema pokok pembahasan kita Makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya. untuk sobat UPHil n RAGHiel yang belum sempat membaca posting saya yang pertama ada baiknya jika sobat mulai membaca dari awal makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya yok langsung saja kematerinya...

3. Penanggulangan Pencemaran Air
Penanggulangan dan usaha pemecahan masing-masing masalah tentu harus berbeda. Sebagai contoh misalnya:
  1. Untuk usaha reboisasi atau penghijauan serta pengelolaan daerah air sungai (DAS) untuk mengurangi intensitas dan volume erosi.
  2. Pembatasan penangkapan dengan berbagai cara (musim penangkapan, mata jaring, jenis alat-alat penangkapan tertentu dan lain-lain).
  3. Pengaturan dan pembatasan bahan-bahan pembuangan industri dengan segala sanksinya bagi masalah pencemaran laut dan wilayah pesisir pantai.
  4. Memonitor segala perubahan komposisi biotik dan abiotik dan ekosistem laut yang menunjukkan telah terjadinya pencemaran, kerusakan, dan gangguan.
Selain cara penanggulangan yang telah disebutkan di atas, kita juga dapat melakukan penanggulangan lain seperti di bawah ini:
  1. Menjaga kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
  2. Tidak membuang sampah ke sungai. Hal ini dapat dikarenakan tidak adanya fasilitas pembuangan sampah yang layak dan mencukupi terutama di kota-kota besar. Sering kita melihat penumpukan sampah di daerah-daerah yang bukan merupakan tempat pembuangan sampah.
  3. Menciptakan tempat pembuangan sampah yang cukup dan memadai. Hal ini mutlak dilakukan agar sistem pembuangan sampah dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sampah menjadi kontribusi tertinggi dalam pencemaran air. Jika masalah sampah dapat segera teratasi maka pencemaran air pun juga akan teratasi dengan cepat.
  4. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
  5. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem. Hal ini telah diregulasi oleh pemerintah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi pencemaran ini. namun komitmen seluruh perusahaan penyumbang limbah ini juga sangat dibutuhkan agar semua pihak dapat turut menjaga kelestarian lingkungan yang ada.
  6. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.

Sedangkan untuk menyikapi pencemaran air, dapat dilakukan beberapa cara sebagai berikut:
1. Program pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan
  1. Mengurangi beban pencemaran badan air oleh indutri dan domestik.
  2. Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
2. Program rehabilitasi dan konservasi SDA dan lingkungan hidup
  1. Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
  2. Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
  3. Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
  4. Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Untuk menekan dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran air ini kita dapat melakukan usaha pencegahan pencemaran air. usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut:
  1. Air limbah yang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah.
  2. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yang tumpah di perairan.
  3. Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri.
  4. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan barulah dibuang di perairan.
  5. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum.
  6. Semua ketentuan di atas bila tidak dapat dipenuhi dapat dikenakan sanksi.
Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk menangani pencemaran air bersih ini. namun semua itu tidak ada artinya bila kita sendiri sebagai masyarakat tidak mendukung teciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman. Semua itu tergantung pada kesadaran kita masing-masing untuk menjaga lingkungan. Kita dapat menanamkan sikap cinta lingkungan sejak dini di lingkungan keluarga. misalnya saja melakukan kerja bakti membersihkan rumah sebulan sekali, mencontohkan langsung kepada anak bahwa kita harus membuang sampah di tempatnya, jangan menggunakan air lebih dari kebutuhan, mengajarkan kepada anak untuk menanam tanaman di sekitar rumah.

Selain itu kita juga dapat membuat daerah resapan air di sekitar rumah dengan cara membuat lubang-lubang kecil di sekitar rumah yang kemudian di isi dengan sampah organik seperti daun-daun kering sehingga nantinya akan menjadi kompos dan dapat menambah unsur hara di dalam tanah. Selain itu juga dapat meningkatkan aktivitas organisme yang ada di dalam tanah seperti cacing untuk membuat ruang resapan air. Dengan begitu air yang tertampung akan semakin banyak dan diharapkan kualitas air akan bertambah. Tindakan yang nyata akan lebih berguna daripada hanya ceramah tanpa diimbangi dengan perbuatan.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Air sebagai komponen lingkungan hidup akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Air yang kualitasnya buruk akan mengakibatkan kondisi lingkungan hidup menjadi buruk sehingga akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan manusia serta kehidupan makhluk hidup lainnya. Penurunan kualitas air akan menurunkan dayaguna, hasil guna, produktivitas, daya dukung dan daya tampung dari sumber daya air yang pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumber daya alam (natural resources depletion).

Air sebagai komponen sumber daya alam yang sangat penting maka harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Hal ini berarti bahwa penggunaan air untuk berbagai manfaat dan kepentingan harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi masa kini dan masa depan. Untuk itu air perlu dikelola agar tersedia dalam jumlah yang aman, baik kuantitas maupun kualitasnya, dan bermanfaat bagi kehidupan dan perikehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya agar tetap berfungsi secara ekologis, guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan.

Di satu pihak, usaha dan atau kegiatan manusia memerlukan air yang berdaya guna, tetapi di lain pihak berpotensi menimbulkan dampak negatif, antara lain berupa pencemaran yang dapat mengancam ketersediaan air, daya guna, daya dukung, daya tampung, dan produktivitasnya. Agar air dapat bermanfaat secara lestari dan pembangunan dapat berkelanjutan, maka dalam pelaksanaan pembangunan perlu dilakukan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

B. Saran
Air adalah salah satu bentuk materi dari sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan semua makhluk yang ada di bumi ini. Manusia dalam menjalankan segala aktivitasnya juga membutuhkan air. Air yang dapat digunakan dalam kehidupan manusia adalah air yang kualitasnya baik, bersih dan sehat. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan sungguh-sungguh dalam melestarikan dan mengelola sumber daya alam yaitu salah satunya dalam mengelola air.

Sikap yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah sikap cinta lingkungan. Sikap tersebut harus di tanamkan dalam diri sejak dini. Sehingga kita sebagai calon seorang guru wajib memberikan pengetahuan tentang lingkungan hidup pada anak didik kita agar mereka mengerti tentang pentingnya menjaga kelestarian alam yang kita tempati ini.


DAFTAR RUJUKAN

Sutardi.2002.Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah di Jawa Barat. Bappeda:Bandung Kaligis.
Undang-undang No.7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

SEKIAN

Referensi :
1. Praktikum Untuk Membuktikan Sifat-sifat Air
2. Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya
3. Kualitas Air dan Pencemaran Air



 

Tag : Pengelolaan sumber Daya Air, Prinsip kebijakan pengelolaan air secara terpadu, Kualitas dan Pencemaran Air, Penanggulangan Pencemaran Air, Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar, cara menanggulangi pencemaran air

Kualitas Air dan Pencemaran Air

Ketemu lagi Sob.. Kualitas Air dan Pencemaran Air ini posting saya yang kedua dari tema kita Makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya. untuk sobat yang menemukan posting ini di Google dan belum sempat membaca posting saya yang pertama ada baiknya jika sobat mulai membaca dari awal Makalah Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya.
Ok langsung saja ke TKP yuuk...

Prinsip kebijakan pengelolaan air secara terpadu sebagai berikut :
  1. Berupa pengembangan, perlindungan, pernanfaatan dan pengendalian.
  2. Berlandaskan azas kelestarian, kemanfaatan, keadilan, kemandirian dan akuntabilitas.
  3. Direncanakan dan dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, berkelanjutan, berwawasan lingkungan dengan wilayah sungai sebagai kesatuan pengelolaan.
  4. Lingkup pengelolaan:
  • Pengelolaan daerah tangkapan hujan (Watershed Management).
  • Pengelolaan kuantitas air (Water Quantity Management).
  • Pengelolaan kualitas air (Water Quality Management).
  • Pengendalian banjir (Flood Management).
  • Pengelolaan lingkungan sungai (River Environment Management).
  • Pengelolaan sarana dan prasarana pengairan (Infrastructure Management).

Agar pengelolaan Sumber Daya Air dapat berjalan dengan efektif maka diperlukan paling tidak 3 elemen dasar dari pengelolaan terpadu sumber daya air (Sutardi, 2002:5), ketiga elemen itu mencakup:

  1. Lingkungan yang menunjang; dalam bentuk kebijakan nasional, peraturan perundang-undangan dan informasi pengelolaan oleh stakeholder.
  2. Peran institusi dan fungsi institusi; diperlukan kerangka dan fungsi institusi yang mampu berperan dengan efektif pada berbagai tingkatan pemerintahan.
  3. Instrumen-instrumen manajemen, dalam bentuk diantaranya instrumen operasional agar peraturan dapat diterapkan efektif, sistem monitoring dan evaluasi serta upaya penegakkan hukum yang konsisten.
Salah satu contoh cara pengelolaan Sumber Daya Air adalah pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau. Pengelolaan air meliputi strategi sebagai berikut:
  1. Melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi.
  2. Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar.
  3. Menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan.
  4. Mempergunakan sumber daya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi.
Pada prinsipnya pengelolaan Sumber Daya Air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya.

2. Kualitas dan Pencemaran Air
Kuantitas dan kualitas air yang dipakai pada setiap harinya sangat memegang peranan penting dalam rangka menunjang atau meningkatkan derajat kesehatan manusia. Per hari, kebutuhan minimal konsumsi air, yang masuk kedalam tubuh kira kira 3%  kali berat badan, ini setara dengan cairan yang dikeluarkan oleh badan itu sendiri, misalnya buang air kecil, BAB, keringat dan atau sistem pembuangan lainnya.
Disamping jumlah, tentu kualitas air sangat urgent untuk diperhatikan. Air yang layak diminum adalah air yang “bersih” dan “sehat“, yang bilamana dikonsumsi tidak akan menimbulkan penyakit, baik secara langsung maupun baru memunculkan efek dikemudian hari. 

Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning, air buangan dari pabrik, selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
  4. Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  5. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5. Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa).
  6. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  7. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+)dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+)dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatan pada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 – 0,5 ppm, ion kalsium : 75 – 200 ppm dan ion magnesium : 30 – 150 ppm.
  8. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.
Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seperti dikutip dari Indiastudychannel, adalah:
  1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan.
  2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh.
  3. Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar.
  4. Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
  5. Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
  6. Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi.
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
  • Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
  • Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.
  • Pencemaran air oleh sampah.
  • Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
Kelanjutan Makalah ini bisa dibaca Disini
Referensi :
1. Praktikum Untuk Membuktikan Sifat-sifat Air
2. Model Pembelajaran GI dalam Pembelajaran IPA
3. Pengelolaan Kualitas dan Pencemaran Air serta Penanggulangannya



Sifat-sifat Air

Hallo Sobat ketemu lagi.. Posting Sifat-sifat Air ini merupakan kelanjutan dari posting saya Makalah Praktikum Untuk Membuktikan Sifat-sifat Air jika sobat menemukan halaman ini di Google biar lebih jelas ada baiknya sobat membaca dari awal posting ini yakitu Makalah Praktikum Untuk Membuktikan Sifat-sifat Air. Ok langgsung ke TKP...

B. Sifat-sifat Air

a. Air Mengalir dari tempat yang tinggi menuju permukaan rendah.
Air Mengalir dari tempat yang tinggi menuju permukaan rendah merupakan salah satu sifat dari air, Sedangkan untuk contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagi berikut, Tandon air dibuat lebih tinggi dari pipa air, atap dibuat miring agar air dapat mengalir dari genting ke bawah, saluran irigasi dibuat miring agar air dapat mengalir dengan lancar.

b. Air memberi tekanan
Air memberi tekanan maksudnya air akan memberikan tekanan kesegala arah apabila ada suatu lubang disetiap wadah airnya, Contohnya alat penyiram tanaman, air akan menekan kesegala arah melalui lubang air, Sedangkan tekanan yang diberikan oleh air bisa beragam tergantung dari letak lubangnya.

c. Kapilaritas
Kapilaritas adalah kemampuan zat cair untuk meresap melalui celah-celah kecil. Contohnya Kain yang dicelupkan sebagian pada bak yang diisi air, kain akan menyerap air karena kain memiliki celah-celah kecil, kertas tisu yang digunakan untuk menyerap keringat dan air. Sedangkan contoh untuk bahan yang tidak dapat diserap air adalah plastik dan Alumunium foil kedua benda itu sangat kedap terhadap air sehingga proses kapilaritas tidak bisa berlaku.


d. Bentuk Permukaan air selalu tenang dan datar
Bentuk permukaan air selalu tenang dan datar contohnya jika kita menuangkan air kedalam ember maka kedudukan air akan datar, begitu pula jika ember di miringkan maka kedudukan air tetap datar. Water pas adalah contoh dari prinsip bahwa bentuk permukaan air selalu tenang dan datar.

e. Melarutkan Benda tertentu
Zat cair melarutkan benda tertentu contohnya garam, gula, dapat dilarutkan oleh air, sedangkan contoh zat yang tidak bisa larut dalam cair adalah tanah, pasir dan minyak. Fakor yang mempengaruhi suatupelarutan benda adalah suhu air yang tinggi akan lebih cepat melarutkan daripada suhu air yang rendah, Kecepatan mengaduk, mengaduk dengan cepat akan lebih cepat pula benda larut, Anomali air dimana pada suhu 4 derajat C volum air menyusut sampai terkecil namun bila suhu diturunkan kebawah 4 derajat C maka volumenya bertambah.

f. Berubah bentuk sesuai pada tempatnya
Air akan berubah-ubah bentuk sesuai dengan wadah yang ditempatinya. Contoh: apabila air ditempatkan pada botol maka bentuknya akan seperti botol.

C. Kegiatan Yang Dilakukan Siswa di Laboratorium

a. Air Mengalir dari tempat yang tinggi menuju permukaan rendah
Untuk membuktikan bahwa air mengalir dari tempat tinggi menuju tempat yang rendah, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan menuangkan air dari ketinggian tertentu ke dalam baskom yang posisinya lebih rendah. Kegiatan yang dilakukan siswa tersebut dapat membuktikan bahwa sifat air yang pertama benar.

b. Air memberi tekanan
Untuk membuktikan bahwa air memberi tekanan, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan melubangi gelas aqua sebanyak 3 lubang secara vertikal. Kemudian dituangkan air ke dalam gelas aqua tersebut, maka akan terbukti bahwa air akan memancur dan inilah yang dimaksud air memberikan tekanan.

c. Kapilaritas
Untuk membuktikan bahwa air daya kapilaritas, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan menyampirkan selembar tisu ke mulut aqua yang telah berisi air penuh. Lama kelamaan tisu akan menjadi basah semua dan air menetes ke bawah melalui tisu.

d. Bentuk Permukaan air selalu tenang dan datar
Untuk membuktikan bahwa sifat air bentuk permukaannya selalu tenang dan datar, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan water pas.

e. Melarutkan Benda tertentu
Untuk membuktikan bahwa sifat air dapat melarutkan benda tertentu, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan melarutkan 1 sendok gula ke dalam segelas air. Terbukti gula tersebut akan larut dan air terasa manis.

f. Berubah bentuk sesuai pada tempatnya
Untuk membuktikan bahwa sifat air berubah bentuk sesuai dengan wadahnya, siswa dapat melakukan percobaan misalnya dengan mengisikan air ke dalam gelas dan ke dalam botol. Dari kedua percobaan tersebut akan tampak bentuk yang berbeda. Hal ini membuktikan bahwa sifat air berubah-ubah sesuai dengan wadahnya.

BAB III
PENUTUP


D. KESIMPULAN
Kita telah mengetahui sifat- sifat air diantaranya:
a. Air Mengalir dari tempat yang tinggi menuju permukaan rendah.
b. Air memberi tekanan
c. Mempunyai daya kapilaritas
d. Bentuk Permukaan air selalu tenang dan datar
e. Melarutkan Benda tertentu
f. Berubah-ubah bentuknya sesuai wadahnya

Siswa dapat membuktikan sifat-sifat air tersebut dengan melakukan berbagai percobaan di laboratorium sekolah. Dengan demikian dapat terbukti bahwa:
Ø Sains merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis; misalnya sains diajarkan dengan mengikuti metode "menemukan sendiri". Dengan ini anak dihadapkan pada suatu masalah.
Ø Sains merupakan suatu mata pelajaran melalui percobaan -percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak. maka sains tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka.
Ø Mata pelajaran ini mempunyai: nilai – nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk keprbadian anak secara keseluruhan.

B. SARAN
Dalam pembelajaran IPA sebagai seorang guru sebaiknya senantiasa membimbing siswa dalam melakukan percobaan. Bagi sekolah sebaiknya memfasilitasi sekolahannya sehingga mendukung siswa untuk  melakukan eksperimen dalam pelajaran IPA.

C. DAFTAR PUSTAKA
http: //www. preceptorial.com/materi-ipa-sd-kelas-iv-semester-i-sifat-air/
http: //www. scribd.com/doc/17087298/Karakteristik-Pembelajaran-IPA-SD
http: //www. docstoc.com/docs/25354680/HAKIKAT-IPA

SEKIAN
Referensi :